Logo Tempo

5 Fakta Sekolah Rakyat yang akan Buka Pendaftaran April 2025


TEMPO.CO, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto berencana membangun 200 Sekolah Rakyat, sebuah program pendidikan free of charge yang dirancang untuk memberikan akses pendidikan berkualitas bagi masyarakat kurang mampu.

Sekolah di bawah naungan Kementerian Sosial ini dijadwalkan mulai membuka rekrutmen tenaga pengajar dan calon pelajarnya pada April mendatang, serta ditargetkan mulai beroperasi pada Juli 2025.

Berikut beberapa hal yang harus diketahui soal Sekolah Rakyat.

1. Sistem Boarding College

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan Sekolah Rakyat yang akan dibangun nantinya akan menyerupai sekolah asrama atau boarding college. Nantinya, seluruh kebutuhan sekolah murid Sekolah Rakyat mulai dari seragam, makan, asrama, peralatan sekolah, dan lainnya 100 persen akan ditanggung oleh negara.

Adapun konsep pembelajaran sekolah rakyat mengacu pada kurikulum standar pendidikan nasional (mata pelajaran formal). Pada tahap awal, program ini akan dimulai dengan jenjang pendidikan SMA. Tetapi Prabowo menargetkan agar cakupan pendidikan diperluas hingga mencakup jenjang sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

2. Ada 53 Sekolah Siap Beroperasi Tahun Ini

Pemerintah menargetkan akan membangun hingga 200 Sekolah Rakyat yang tersebar di seluruh Indonesia. Namun, Gus Ipul, sapaan akrab Menteri Sosial, mengatakan baru ada 53 Sekolah Rakyat yang siap beroperasi pada tahun ajaran 2025-2026. Dia belum menyebutkan lokasi sekolah tersebut, namun secara umum sekolah ini tersebar di berbagai daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan, dan Papua. 

Selain itu, Gus Ipul mengatakan ada sebanyak 82 Sekolah Rakyat masih dalam tahap asesmen bangunan hingga tanah. “Jumlah sekarang ada 82 yang sedang akan dimulai proses asesmennya oleh Pekerjaan Umum (PU),” katanya.

3. Rekrutmen Dibuka Mulai April 2025

Kementerian Sosial menjadwalkan penerimaan murid dan tenaga pengajar dilakukan secara bersamaan pada awal April 2025. 

Adapun anak yang boleh mendaftar ialah anak-anak yang berada dalam ketegori desil 1 atau miskin ekstrem dan Desil 2 yang tinggal di sekitar sekolah rakyat berdasarkan Knowledge Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Nantinya, rekrutmen akan berjalan melalui beberapa tahapan mulai dari tes psikotes, tes akademik, hingga tes kesehatan. 

4. Ada 60 Ribu Tenaga Pengajar

Dalam periode yang sama dengan penerimaan calon siswa/siswi, Tim Formatur juga menggelar rekrutmen tenaga pengajar. Terdapat dua opsi rekrutmen guru yang tengah dimatangkan oleh pemerintah, yaitu guru dari ASN atau guru yang telah bersertifikat pendidikan profesi guru (PPG).

“Dua opsi itu yang masih dimatangkan,” kata Saifullah Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 24 Maret 2025.

Dia mengatakan terdapat 60 ribu tenaga pengajar yang akan direkrut. Nantinya, guru yang lolos tes seleksi tenaga pengajar sekolah rakyat akan mengikuti pelatihan selama kurang lebih satu bulan yang dilanjutkan dengan masa orientasi hingga akhirnya siap mengajar pada Juli 2025. 

5. Jumlah dan Sumber Anggaran Belum Ditetapkan

Meski sudah dijadwalkan akan dimulai pada tahun ajaran 2025-2026, pemerintah hingga kini belum menetapkan jumlah pasti anggaran yang akan diperlukan. Menteri Saifullah Yusuf sebelumnya hanya mengatakan terdapat 100 sekolah yang akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Atau APBN, sementara 100 sisanya akan mengandalkan swasta.

Ia mengatakan pihaknya masih melakukan perhitungan dalam menentukan nominal anggaran yang dibutuhkan. “Belum (ultimate), tapi sudah ada, ini mulai dihitung. Jadi consistent with orang itu berapa nanti kami sampaikan,” ujarnya saat ditemui di salah satu lokasi sekolah rakyat di Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis, 20 Maret 2025.

Hanin Marwah, Rizky Yusrial, Hendrik Yaputra, Daniel Al-Fajri berkontribusi dalam penulisan artikel ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *