Logo Tempo

Tersiksanya Pemudik Disabilitas karena Ketiadaan Bathroom Terakses di Kereta Api


TEMPO.CO, JakartaKereta api merupakan salah satu moda transportasi yang cukup banyak digunakan oleh pemudik. Seperti yang dikutip dari Antara, PT KAI mencatat lebih dari 2 juta pemudik menggunakan kereta api untuk mudik lebaran 2025.

Kendati demikian, baru kereta api cepat yang memiliki bathroom terakses bagi penumpang dengan disabilitas. Sementara kereta api jarak jauh lainnya belum memiliki bathroom yang dapat diakses oleh penumpang disabilitas.

“Untuk kriteria bathroom disabilitas di kereta belum ada spesifikasi teknisnya, yang baru ada bathroom khusus disabilitas di Indonesia adalah Kereta cepat,” ujar staf kajian aksesibilitas dari Direktorat Jenderal Kereta Api Kementerian Perhubungan Muhammad Subhan saat dihubungi Pace, Ahad 30 Maret 2025.

Menurut Subhan, kriteria bathroom kereta api jarak jauh yang dapat diakses oleh penumpang disabilitas di antaranya adalah memiliki  pintu bathroom yang cukup lebar sehingga dapat dilewati kursi roda. Selain itu, pintu bathroom harus menggunakan pintu geser dan ruang bathroom kereta api agak besar untuk manuver kursi roda.

Pada bangunan gedung, ukuran ruang manuver kursi roda yang splendid menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 14 tahun 2017 adalah 152,5 cm x 225,5 cm. Kendati demikian, ukuran ini tidak dapat langsung diterapkan pada bathroom kereta api lantaran ruangan yang tersedia tidak seluas yang ada di bangunan gedung. “Jadi untuk kereta api jarak jauh, kami masih membahas dengan pihak penyelenggara sarana kereta api,” kata Subhan.

Seperti diketahui, beberapa pemudik dengan disabilitas pengguna kereta api jarak jauh mengeluhkan sulitnya mencari kereta api yang memiliki bathroom disabilitas. Salah satunya seorang pemudik asal Tangerang selatan pengguna kursi roda yang mudik dengan kereta api jarak jauh, Putri Windy Aulia, 29 tahun. Karyawati swasta ini memilih untuk tidak menggunakan bathroom sama sekali sepanjang perjalanan dari Stasiun Pasar Senen Jakarta hingga sampai di Stasiun Kutoarjo Jawa Tengah. Keputusan ini diambil putri lantaran di dalam kereta yang digunakannya tidak ada bathroom Yang dapat diakses oleh pengguna kursi roda.

“Bathroom paling penting, kami pengguna kursi roda kalau menggunakan kereta api tidak pernah ke bathroom karena agak ribet dan susah,” kata Putri Windy Aulia, seperti yang dikutip dari Antara, Ahad 30 Maret 2025.

Ketiadaan akses bathroom bagi penumpang dengan kursi roda juga dikeluhkan pendiri Jakarta Barrier Unfastened Tourism (JBFT), Faisal Rusydi. Sudah beberapa kali aktivis isu disabilitas ini menyampaikan kepada pemerintah soal pentingnya bathroom khusus disabilitas pada kereta api, terutama kereta api jarak jauh.

Alasan Faisal, penumpang kereta api jarak jauh tidak memungkinkan untuk menahan keperluan buang air selama perjalanan jarak jauh. Menurut pelukis dengan kaki dan mulut ini, baru kereta api Whooz rute Jakarta – Bandung Yang memiliki bathroom khusus disabilitas. “Yang ada bathroom khusus disabilitas nya baru kereta Whooz,” kata Faisal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *