Indonesia Kirim 124 Ton Bantuan Kemanusiaan untuk Korban Gempa Myanmar
TEMPO.CO, Jakarta – Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan seberat 124 ton atau senilai US$ 1,2 juta (sekitar Rp 20 miliar) untuk korban gempa Myanmar. Salah satu negara di kawasan Asia Tenggara tersebut dilanda gempa bumi dengan magnitudo 7,7 pada pekan lalu.
Bantuan kemanusiaan dilepas oleh Menteri Luar Negeri Sugiono dari Base Ops Pangkalan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Kamis, 3 April 2025. Sugiono mengatakan bantuan yang dikirim merupakan hasil kesepakatan bersama ASEAN (Affiliation of Southeast Asian International locations) Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara mengenai apa saja yang dibutuhkan masyarakat Myanmar.
“Kami mengirimkan sebagian besar dari bantuan tersebut dari apa yang mereka butuhkan, berdasarkan hasil rapat bersama kementerian luar negeri negara-negara ASEAN beberapa waktu lalu,” kata Sugiono, dikutip dari keterangan tertulis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pada Kamis, 3 April 2025.
Pengiriman bantuan kemanusiaan ini merupakan tahap ketiga dari Indonesia. Sebelumnya, Indonesia telah mengirimkan bantuan personel dari Tim Indonesia Seek and Rescue (INASAR) untuk membantu melaksanakan penanganan darurat, pada Selasa, 1 April 2025.
Adapun bantuan dengan nilai sekitar Rp 20 miliar yang dikirimkan oleh Indonesia termasuk alat kesehatan hingga obat-obatan. Indonesia juga mengirimkan makanan siap saji, perlengkapan kebersihan, selimut, velbed, kasur lipat, tenda pengungsi, rest room moveable, dan peralatan dapur umum.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan bantuan dikirim menggunakan dua pesawat, yakni pesawat shipment dan Garuda Indonesia. Dari 124 ton bantuan, sekitar 24 ton sudah tiba di Myanmar. Logistik yang sudah tiba adalah barang dari Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI) dan Kementerian Pertahanan. Ada pula perlengkapan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), juga dua kendaraan truk dan genset.
Selain logistik dan peralatan, pemerintah juga berkomitmen menerjunkan personel gabungan sebanyak 157 orang. Dari jumlah tersebut, 92 orang di antaranya sudah berada di Myanmar, dan 65 orang selebihnya diberangkatkan pada Kamis ini termasuk tim medis darurat atau Emergency Clinical Crew (EMT). “Personel yang akan berangkat hari ini ada 65 orang,” kata Suharyanto.
Personel gabungan terdiri dari Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Kementerian Kesehatan, BNPB, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), dan Basarnas.
Saat apel pelepasan bantuan, Menteri Sugiono didampingi beberapa menteri dan kepala badan. Mereka adalah Menko PMK Pratikno, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, serta perwakilan Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pertanian.