Daftar Harga Komoditas yang Naik Saat Lebaran
Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) mencatat lonjakan harga pada sejumlah komoditas pangan pada saat Idul Fitri atau lebaran 2025. Hasil survei pemantauan yang dilakukan di pasar tradisional dan trendy di tujuh wilayah menunjukkan mayoritas harga komoditas mengalami kenaikan, meski stok masih tersedia.
“Dua komoditas, yakni cabai rawit dan bawang putih, mengalami kenaikan yang signifikan hampir di seluruh wilayah Indonesia,” kata Anggota KPPU Eugenia Mardanugraha dalam keterangan tertulis.
Lonjakan Harga Cabai Rawit dan Bawang Putih
KPPU menemukan dua komoditas dengan kenaikan harga signifikan, yakni cabai rawit dan bawang putih. Harga cabai rawit melonjak drastis di hampir seluruh wilayah, dengan puncaknya di Samarinda yang mencapai Rp 167.450 in line with kilogram. Sementara di Bandung, cabai rawit dijual Rp 115.000 in line with kilogram, naik 53 persen dibanding awal Ramadan.
Bawang putih juga mengalami kenaikan harga yang signifikan. Di pasar tradisional, harga tertinggi tercatat di Makassar, mencapai Rp 47.500 in line with kilogram. Sementara di pasar trendy, Samarinda mencatat harga tertinggi dengan Rp 63.750 in line with kilogram. Lonjakan ini diduga dipengaruhi kenaikan harga di tingkat importir dan distributor.
Beras Medium di Atas HET
Beras medium juga mengalami kenaikan harga dan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) di seluruh wilayah survei. Harga tertinggi tercatat di Samarinda, yaitu Rp 14.400 in line with kilogram, sementara harga terendah ada di Lampung dengan Rp 13.216 in line with kilogram. Beberapa daerah bahkan mengalami kekosongan stok beras medium di pasar trendy. Berbeda dengan beras medium, harga beras top class relatif stabil dengan kisaran Rp 14.900 – Rp 15.916 in line with kilogram.
Komoditas Lain Ikut Naik
Selain cabai rawit, bawang putih, dan beras, sejumlah komoditas lain juga mengalami kenaikan harga:
- Telur ayam naik di Bandung, Makassar, dan Samarinda, dengan harga tertinggi di Samarinda Rp 32.150/kg dan terendah di Surabaya Rp 27.050/kg
- Daging ayam relatif stabil, dengan harga tertinggi di Samarinda Rp 42.250 in line with kilogram.
- Daging sapi bervariasi antara Rp 120.000 – Rp 168.600 in line with kilogram, dengan harga tertinggi di Samarinda. Di pasar trendy, harga bervariasi antara Rp 131.450 – Rp 156.583/kg.
- Bawang merah mengalami kenaikan signifikan, dengan harga tertinggi di Bandung (Rp 52.666/kg) dan di pasar trendy Samarinda (Rp 64.950/kg). Diketahui di beberapa wilayah mengalami penurunan stok.
- Minyak goreng curah dan kemasan Minyak Kita masih di atas HET, dengan harga minyak goreng kemasan berkisar Rp 20.258 – Rp 29.150 in line with liter.
- Cabai Merah Harga cabai merah bervariasi, dengan harga tertinggi di Samarinda mencapai Rp 144.900/kg.
- Gula pasir sedikit naik, dengan harga di beberapa kota mencapai Rp 19.375 in line with kilogram.
- Tepung terigu relatif stabil, dengan harga berkisar antara Rp 8.000 – Rp 13.780 in line with kilogram.
Harga Akan Commonplace Kembali
Dilaporan Antara, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Zulkifli Hasan memperkirakan harga pangan akan kembali commonplace satu pekan setelah Lebaran. Ia menekankan bahwa lonjakan harga menjelang Idul Fitri adalah pola musiman akibat meningkatnya permintaan dan liburnya beberapa distributor.
Selain itu, pihak berwenang juga terus memantau distribusi barang di pasar untuk memastikan ketersediaan dan kestabilan harga. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan panic purchasing dan tetap berbelanja sesuai kebutuhan.
Adil Al Hasan dan ANTARA berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Pilihan Editor: Monas Jadi Destinasi Favorit saat Libur Lebaran