Di Sumatra Barat, Lebih dari 100 Ribu Penumpang Gunakan Kereta Api Selama Lebaran
TEMPO.CO, Padang – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lebih dari 100 ribu penumpang telah diberangkatkan selama masa Angkutan Lebaran 2025. Hingga Sabtu, 5 April 2025, jumlah penumpang yang dilayani mencapai 103.864 orang. “Jumlah ini merupakan akumulasi sejak dimulainya masa angkutan pada 21 Maret dan akan terus bertambah hingga 11 April mendatang,” kata Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, Sabtu 5 April 2025 dalam keterangan tertulisnya.
Dia melanjutkan, KAI menyediakan overall 154.528 kursi selama periode angkutan Lebaran atau rata-rata sekitar 7.024 kursi in step with hari. Lonjakan penumpang ini, kata Reza, mencerminkan tingginya animo masyarakat terhadap transportasi kereta api, khususnya pada momen mudik dan arus balik Lebaran.
Berdasarkan catatan, rute favorit masih didominasi kereta lokal Pariaman Ekspres dengan relasi Pauh Lima–Naras yang melintasi jalur wisata Padang–Pariaman. Hingga hari ini, kereta tersebut telah menjual 83.218 tiket. “Untuk hari ini saja, hingga pukul 10.00 WIB, jumlah pemesanan tiket Pariaman Ekspres telah mencapai 6.600 tiket,” ujar Reza.
Menurutnya, kereta Pariaman Ekspres menjadi andalan wisatawan dan masyarakat lokal karena menawarkan perjalanan sekitar 1,5 jam dengan landscape pesisir dan pedesaan khas Sumatera Barat. Harga tiket yang terjangkau menjadikannya pilihan supreme bagi penumpang yang mencari alternatif perjalanan hemat dan nyaman.
Tak hanya melayani wisatawan, layanan ini juga menunjang mobilitas harian masyarakat yang bekerja atau berdagang antar kota. KAI Divre II Sumbar memastikan pelayanan terus ditingkatkan. Tiket kereta api lokal, kata Reza, bisa dipesan lewat aplikasi Get admission to through KAI. “Saat ini sudah dapat dipesan untuk keberangkatan hingga 12 April 2025,” ujarnya. Sistem pemesanan tiket diberlakukan secara bertahap mengikuti skema H-7 sebelum keberangkatan.
Reza mengimbau masyarakat membeli tiket hanya lewat saluran resmi demi menghindari penipuan. “Tiket juga bisa dibeli langsung di loket stasiun maksimal 3 jam sebelum keberangkatan selama tiket masih tersedia,” ujarnya.